semut47
Cari Blog Ini
Minggu, 19 Oktober 2014
Jumat, 29 Agustus 2014
Rumah Adiabatik?
letakkan tanganmu sekitar 30 cm dari bibirmu, lalu tiuplah, apakah yang kamu rasakan? maksudku udara suhu yang (relatif) dingin atau panas?
kenapa? padahal suhu tubuh hangat, berdasarkan asas kalor harusnya kan hangat udaranya?
itulah salah satu contoh proses adiabatik,
An adiabatic process is one in which the system being considered does not exchange heat with its environment. The most common atmospheric adiabatic phenomena are those involving the change of air temperature due to change of pressure. If an air mass has its pressure decreased, it will expand and do mechanical work on the surrounding air. If no heat is taken from the surroundings, the energy required to do work is taken from the heat energy of the air mass, resulting in a temperature decrease. When pressure is increased, the work done on the air mass appears as heat, causing its temperature to rise.
saat udara tepat di ujung bibir, udara berada pada te kanan lebih tinggi daripada 30 cm setelahnya, dimana pada saat itu udara menjadi memuai, tetapi masih belum ada kesempatan energi lingkungan masuk ke sistem , sementara memuai, energi dalam pun menurun dan suhu pun menurun (ingat pemuaian disini tidak seperti mendidihkan air diatas kompor, pemuaian air diataskompor terjadi karena adanya energi linkungan (api) masuk ke sistem)
i wonder bagai mana jika di daerah berangin panas dibuat jendela atau bukaan yang searah datangya angin tetapi dengan jendela yang lumayan sempit , dan ruang yang cukupuntuk memuaikan udara yang masuk tadi, oh nyamannya
CMIIW, :)
Label:
Architercture,
SciFI
Sabtu, 02 Agustus 2014
Kamis, 26 Juni 2014
Doa untuk Pemimpin Negeri
#Di Copas dari http://rumaysho.com/
Setelah kita melihat hasil Pemilu saat ini, tugas kita adalah terus berdoa, moga Allah memberikan kepada kita pemimpin yang adil dan amanat.
Doa Mustajab untuk Pemimpin Negeri
Dari ‘Abdush Shomad bin Yazid Al Baghdadiy, ia berkata bahwa ia pernah mendengar Fudhail bin ‘Iyadh berkata,
لو أن لي دعوة مستجابة ما صيرتها الا في الامام
“Seandainya aku memiliki doa yang mustajab, aku akan tujukan doa tersebut pada pemimpinku.”
Ada yang bertanya pada Fudhail, “Kenapa bisa begitu?” Ia menjawab, “Jika aku tujukan doa tersebut pada diriku saja, maka itu hanya bermanfaat untukku. Namun jika aku tujukan untuk pemimpinku, maka rakyat dan negara akan menjadi baik.” (Hilyatul Auliya’ karya Abu Nu’aim Al Ashfahaniy, 8: 77, Darul Ihya’ At Turots Al ‘Iroqiy)
Tetap Taat pada Pemimpin
Apa pun hasil dalam Pemilu Caleg dan Presiden nanti, maka tetaplah taat pada pemimpin tersebut.
الْمَصْلَحَةُ الْعَامَّةُ مُقَدَّمَةٌ عَلَى الْمَصْلَحَةِ الْخَاصَّةِ
“Kemaslahatan umum lebih didahulukan daripada kemaslahatan pribadi.” (Al-Muwafaqot 6: 123 karya Asy Syathibi)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memerintahkan,
عَلىَ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ فِيْمَا أَحَبَّ وَكَرِهَ إِلاَّ أَنْ يُؤْمَرَ بِمَعْصِيَةٍ فَإِنْ أَمَرَ بِمَعْصِيَةٍ فَلاَ سَمْعَ وَلاَ طَاعَةَ
“Wajib bagi seorang muslim untuk mendengar dan taat (kepada penguasa) dalam perkara yang ia senangi dan ia benci kecuali apabila diperintah kemaksiatan. Apabila diperintah kemaksiatan maka tidak perlu mendengar dan taat.” (HR. Bukhari no. 7144 dan Muslim no. 1839)
Dari ‘Auf bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
خِيَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمْ وَيُحِبُّونَكُمْ وَيُصَلُّونَ عَلَيْكُمْ وَتُصَلُّونَ عَلَيْهِمْ وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُبْغِضُونَهُمْ وَيُبْغِضُونَكُمْ وَتَلْعَنُونَهُمْ وَيَلْعَنُونَكُمْ ». قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلاَ نُنَابِذُهُمْ بِالسَّيْفِ فَقَالَ « لاَ مَا أَقَامُوا فِيكُمُ الصَّلاَةَ وَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْ وُلاَتِكُمْ شَيْئًا تَكْرَهُونَهُ فَاكْرَهُوا عَمَلَهُ وَلاَ تَنْزِعُوا يَدًا مِنْ طَاعَةٍ
“Sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian mencintai mereka dan mereka pun mencintai kalian. Mereka mendo’akan kalian dan kalian pun mendo’akan mereka. Sejelek-jelek pemimpin kalian adalah yang kalian membenci mereka dan mereka pun membenci kalian, juga kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian.” Kemudian ada yang berkata, ”Wahai Rasulullah, tidakkah kita menentang mereka dengan pedang?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak, selama mereka masih mendirikan shalat di tengah-tengah kalian. Jika kalian melihat dari pemimpin kalian sesuatu yang kalian benci, maka bencilah amalannya dan janganlah melepas ketaatan kepadanya.” (HR. Muslim no. 1855)
Pemimpin adalah Cerminan dari Rakyat, Sadarlah!
كَمَا تَكُوْنُوْنَ يُوَلَّى عَلَيْكُمْ
“Bagaimanapun keadaan kalian (rakyat), maka begitulah keadaan pemimpin kalian.” (catatan: Ungkapan ini dijadikan sebagai judul sebuah risalah yang ditulis oleh Syaikh Abdul Malik Ramadhani al-Jazairi)
Alkisah ada seorang khawarij yang datang menemui Ali bin Abi Thalib seraya berkata, “Wahai khalifah Ali, mengapa pemerintahanmu banyak di kritik oleh orang tidak sebagaimana pemerintahannya Abu Bakar dan Umar?!” Sahabat Ali Menjawab, “Karena pada zaman Abu Bakar dan Umar yang menjadi rakyat adalah aku dan orang-orang yang semisalku, sedangkan rakyatku adalah kamu dan orang-orang yang semisalmu!!” (Syarh Riyadhus Shalihin, Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin)
Doa untuk Pemimpin Negeri
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى الْقِيَامِ بِمَهَامِهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ
“Ya Allah, jadikanlah pemimpin kami orang yang baik. Berikanlah taufik kepada mereka untuk melaksanakan perkara terbaik bagi diri mereka, bagi Islam, dan kaum muslimin. Ya Allah, bantulah mereka untuk menunaikan tugasnya, sebagaimana yang Engkau perintahkan, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jauhkanlah mereka dari teman dekat yang jelek dan teman yang merusak. Juga dekatkanlah orang-orang yang baik dan pemberi nasihat yang baik kepada mereka, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jadikanlah pemimpin kaum muslimin sebagai orang yang baik, di mana pun mereka berada.”
—
Teks Khutbah Jum’at di Masjid Sudirman Panggang, Gunungkidul, 11 Jumadats Tsaniyah 1435 H
Akhukum fillah: Muhammad Abduh Tuasikal
Sumber Artikel Rumaysho.Com
Label:
Quotes
Memilih Pemimpin
At Taubah 23
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang lalim."
#tanpa condong kepada siapapun
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang lalim."
1834. Dari Abu Hurairah r.a.,
katanya: "Pada suatu ketika Nabi s.a.w. dalam sesuatu majlis, sedang memberikan
pembicaraan kepada kaum - yakni orang banyak, lalu datanglah seorang A'rab
-iaitu penduduk negeri Arab bahagian pedalaman, kemudian orang ini bertanya:
"Bilakah tibanya hari kiamat." Rasulullah s.a.w. terus saja dalam berbicara itu,
sehingga sementara kaum ada yang berkata: "Beliau s.a.w. sebenarnya mendengar
ucapan orang itu, tetapi beliau benci kepada isi pembicaraannya." Sementara kaum
lagi berkata: "Ah, beliau s.a.w. tidak mendengarnya." Selanjutnya setelah beliau
s.a.w. selesai pembicaraannya lalu bertanya: "Manakah orang yang menanyakan
perihal hari kiamat tadi?" Orang itu berkata: "Ya, sayalah itu ya Rasulullah."
Beliau s.a.w. lalu bersabda: "Iaitu apabila amanat sudah disia-siakan, maka
nantikan sajalah tibanya hari kiamat." Orang itu bertanya lagi: "Bagaimanakah
cara menyia-nyiakan amanat itu?" Beliau s.a.w. menjawab: "Jikalau sesuatu
perkara sudah diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka nantikanlah
tibanya hari kiamat itu - ada yang menafsiri: Maka nantikanlah saat
kehancurannya sesuatu perkara yang diserahkan tadi." (Riwayat Bukhari)
.: Dua kandidat calon sudah ditetapkan, Prabowo dan Jokowi, disana sini banyak berita yang menjujung tinggi nama mereka dan juga sebaliknya, Wallahualam , mana yang bener mana yang salah, kadang juga rada ga mantep sama keduanya, lantaran debat capres yang serasa keduanya Irrasional dan teoritis. sikit sikit mencuat perasaan hati bersuudzon, "ah ntar juga kalo kepilih mereka lupa sama kita?", setelah membaca hadist diatas, ngeri juga rasanya kalau kita salah dalam memilih pemimpin.
ga dapat dipungkiri kalau semua yang tertulis didalamnya kebanyakan sudah terjadi, yah saya cuma mau ngajak aja, marilah kita saling sadar, dan mendoakan sesiapakah calon yang akan terpilih nanti, sebagai rakyat dan bawahan kita menerima mereka dan mendoakan mereka semoga diberi kekuatan dan kesabaran dalam menjalankan amanat,, terlepas dari perbuatan atau rekam jejak keduanya yang tidak tahu mana kebenaranya semoga mereka yang terpilih nanti tidak seperti hal hal yang negatif yang kita takutkan,
ga dapat dipungkiri kalau semua yang tertulis didalamnya kebanyakan sudah terjadi, yah saya cuma mau ngajak aja, marilah kita saling sadar, dan mendoakan sesiapakah calon yang akan terpilih nanti, sebagai rakyat dan bawahan kita menerima mereka dan mendoakan mereka semoga diberi kekuatan dan kesabaran dalam menjalankan amanat,, terlepas dari perbuatan atau rekam jejak keduanya yang tidak tahu mana kebenaranya semoga mereka yang terpilih nanti tidak seperti hal hal yang negatif yang kita takutkan,
jikalau mereka memiliki niatan niatan buruk sebelum ini jika kelak menjadi presiden , Allah dapat membolak balikkan hati seseorang dengan mudah, mari kita doakan semoga negeri ini diberikan seorang pemimpin yang tegas, dan lurus dalam memimpin negeri ini,
#tanpa condong kepada siapapun
Label:
Quotes
Langganan:
Postingan (Atom)






